Sabtu, 31 Oktober 2026 Indeks RSS Login Redaksi
Indeks Berita
TERKINI:
Dukungan Australia Dorong Demokrasi yang Lebih Inklusif di Aceh Mukarramah Fadhlullah Dorong Penguatan Kader PKK dan Gotong Royong di Aceh Tenggara Mukarramah Fadhlullah Ajak Pokja Bunda PAUD Perkuat Layanan Pendidikan Anak Usia Dini Manajemen RSUDZA Tegaskan Persoalan CCTV Ditindaklanjuti, Pelayanan Tetap Profesional Mukarramah Fadhlullah Perkuat Gerakan Bunda PAUD di Gayo Lues Kak Na Berikan Motivasi dan Semangat kepada Anak Binaan di LPKA Lambaro Muaythai Aceh Menggila di Malaysia, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kejuaraan Internasional Pemulihan Lahan Pertanian Aceh Jadi Fokus Pembahasan Nektu dan Plt Kadistanbun Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA Wagub Aceh Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Doa Bersama Peringati Satu Tahun Bencana Banjir dan Longsor di Dataran Tinggi Gayo
Umum

Dek Fadh Temui Yusril, Perkuat Lobi Strategis untuk Masa Depan Aceh

Dek Fadh Temui Yusril, Perkuat Lobi Strategis untuk Masa Depan Aceh

FOKUSSOROT.COM | JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), didampingi Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, bertemu Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra di Kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam memperkuat komunikasi langsung dengan pemerintah pusat, khususnya menyangkut berbagai kepentingan dan agenda besar Aceh ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, Dek Fadh dan Haili Yoga berdiskusi dengan Yusril mengenai sejumlah persoalan strategis yang berkaitan dengan arah pembangunan, kebijakan, regulasi, serta masa depan Aceh dalam bingkai hubungan Aceh dan pemerintah pusat.

Bagi Pemerintah Aceh, komunikasi dengan pemerintah pusat bukan sekadar membangun koordinasi administratif, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan kepentingan Aceh secara langsung di tingkat nasional.

Dek Fadh menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka, intensif, dan konstruktif dengan pemerintah pusat agar berbagai agenda strategis Aceh dapat dibicarakan bersama dan memperoleh dukungan kebijakan yang tepat.

Pertemuan dengan Yusril juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Aceh dan pemerintah pusat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus membuka peluang baru bagi pembangunan Aceh.

Aceh membutuhkan komunikasi yang kuat, kebijakan yang berpihak pada kepentingan daerah, serta sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dari ruang-ruang dialog strategis seperti inilah, arah masa depan Aceh terus diperjuangkan.

Iklan

Berita Terkait

Baca Juga