Jumat, 30 Oktober 2026 Indeks RSS Login Redaksi
Indeks Berita
TERKINI:
Mukarramah Fadhlullah Dorong Penguatan Kader PKK dan Gotong Royong di Aceh Tenggara Mukarramah Fadhlullah Ajak Pokja Bunda PAUD Perkuat Layanan Pendidikan Anak Usia Dini Manajemen RSUDZA Tegaskan Persoalan CCTV Ditindaklanjuti, Pelayanan Tetap Profesional Mukarramah Fadhlullah Perkuat Gerakan Bunda PAUD di Gayo Lues Kak Na Berikan Motivasi dan Semangat kepada Anak Binaan di LPKA Lambaro Muaythai Aceh Menggila di Malaysia, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kejuaraan Internasional Pemulihan Lahan Pertanian Aceh Jadi Fokus Pembahasan Nektu dan Plt Kadistanbun Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA Wagub Aceh Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Doa Bersama Peringati Satu Tahun Bencana Banjir dan Longsor di Dataran Tinggi Gayo Hadiri Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG, Pj. Sekda Aceh Dorong Pembangunan Responsif Gender
Umum

Kabut Asap Selimuti Aceh, Jangan Tunggu Anak-anak Jatuh Sakit Baru Bertindak

Kabut Asap Selimuti Aceh, Jangan Tunggu Anak-anak Jatuh Sakit Baru Bertindak

BANDA ACEH, FOKUSSOROT.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius di Aceh. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, pelajar, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang. Partikel halus yang terkandung di dalamnya dapat mengganggu sistem pernapasan, memicu batuk, iritasi mata, hingga memperburuk penyakit tertentu.
Karena itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan perkembangan kualitas udara dipantau secara berkala. Informasi mengenai wilayah terdampak juga perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan.

Keselamatan Anak Harus Diutamakan
Anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap pencemaran udara. Aktivitas belajar, bermain, dan perjalanan menuju sekolah dapat meningkatkan paparan ketika kondisi udara memburuk.

Dinas terkait perlu berkoordinasi dengan sekolah untuk menentukan langkah perlindungan berdasarkan kondisi kualitas udara setempat. Jika diperlukan, pembatasan kegiatan luar ruangan dapat dipertimbangkan sesuai hasil pemantauan dan rekomendasi kesehatan.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau gejala berat.

Jangan Hanya Bergerak Saat Kondisi Memburuk
Penanganan karhutla tidak cukup dilakukan setelah asap menyebar ke permukiman. Pencegahan kebakaran, pemadaman titik api, pengawasan kawasan rawan, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran harus menjadi bagian dari langkah berkelanjutan.
Pemerintah perlu memastikan koordinasi berjalan efektif, sementara masyarakat diharapkan segera melaporkan titik api kepada petugas berwenang.

Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah anak-anak jatuh sakit dan aktivitas masyarakat terganggu.
FOKUSSOROT.COM | Mengawal Kepentingan Publik

Iklan

Berita Terkait

Baca Juga