Jumat, 30 Oktober 2026 Indeks RSS Login Redaksi
Indeks Berita
TERKINI:
Mukarramah Fadhlullah Dorong Penguatan Kader PKK dan Gotong Royong di Aceh Tenggara Mukarramah Fadhlullah Ajak Pokja Bunda PAUD Perkuat Layanan Pendidikan Anak Usia Dini Manajemen RSUDZA Tegaskan Persoalan CCTV Ditindaklanjuti, Pelayanan Tetap Profesional Mukarramah Fadhlullah Perkuat Gerakan Bunda PAUD di Gayo Lues Kak Na Berikan Motivasi dan Semangat kepada Anak Binaan di LPKA Lambaro Muaythai Aceh Menggila di Malaysia, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kejuaraan Internasional Pemulihan Lahan Pertanian Aceh Jadi Fokus Pembahasan Nektu dan Plt Kadistanbun Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA Wagub Aceh Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Doa Bersama Peringati Satu Tahun Bencana Banjir dan Longsor di Dataran Tinggi Gayo Hadiri Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG, Pj. Sekda Aceh Dorong Pembangunan Responsif Gender
Umum

Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI

Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI

Fokussorot.com | Banda Aceh - Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, ST, M.Si., membuka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh di Hotel Ayani Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026).

Dalam sambutannya, Taufik memberikan apresiasi kepada AMSI Aceh yang menggelar pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme pers. Ia menilai, AMSI memiliki peran strategis dalam mendorong media menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.

Taufik juga mengatakan bahwa pers memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, menjaga perdamaian, menyuarakan kebutuhan masyarakat, dan mengawasi kebijakan publik. Karena itu, lanjutnya, pemerintah dan pers perlu menjalankan peran masing-masing secara proporsional, dengan tetap membangun komunikasi yang terbuka sekaligus menjaga independensi pers.

Di tengah arus informasi yang semakin cepat, Taufik turut mengingatkan para jurnalis agar tetap mengedepankan akurasi dan verifikasi informasi dalam setiap pemberitaan, “kecepatan pemberitaan harus berjalan seiring dengan akurasi dan verifikasi. Setiap informasi perlu diperiksa sumber dan konteksnya,” ujarnya.

Taufik berharap pelatihan selama dua hari tersebut dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai kode etik jurnalistik serta menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dibawa ke ruang redaksi sehingga meningkatkan kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Iklan

Berita Terkait

Baca Juga